1946
Presiden Soekarno menugaskan seniman Agus Djaja untuk mengoleksi karya seni dan mempersiapkan sebuah museum seni nasional.
1960
Presiden Soekarno menyatakan kepada para wartawan bahwa di masa depan seluruh koleksi patung dan lukisan di istana harus disimpan di sebuah Galeri Nasional sebagai kontribusi dan warisan Presiden kepada rakyat Indonesia.
1964
Proyek “Wisma Seni Nasional” dimulai.
1987
Gedung Pameran Seni Rupa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan di Jalan Medan Merdeka Timur No. 14, Jakarta, diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Fuad Hassan.
1995
Pameran Seni Rupa Kontemporer Negara-Negara Non-Blok diselenggarakan.
1998
Galeri Nasional Indonesia didirikan.
1999
Galeri Nasional Indonesia resmi dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Juwono Sudarsono.

