Kapal Tenggelam

Lukisan

Kapal Tenggelam

Raden Saleh Sjarif Boestaman (c. 1807 – 1880)

Cat minyak diatas kanvas

74 x 97 cm

1840

Penggambaran badai di laut dan kapal tenggelam adalah pengalaman dasar manusia pada zaman itu, dan menjadi tema, ide seni tua dalam sejarah seni rupa di Eropa. Raden Saleh mendapat pengaruh dari seniman-seniman Belanda yang mengangkat tema maritim karna kondisi geografis dan kekayaan perdagangan jalur laut di Negeri Belanda. Kapal Tenggelam mengungkapkan gejolak jiwa yang terombang-ambing (bimbang) antara keinginan menghayati dunia ideal dan dunia nyata (realitas). Penekanan ungkapan romantisisme pada karya ini ditandai dengan cara dramatis, emosional, misterius, dan imajiner melalui penggambaran perjuangan dramatis dua kapal yang dihempas badai menghantam karang dan sinar matahari yang memantul ke ombak. Karya-karya Romantisisme seperti ini juga didasari pada kenyataan aktual. Lukisan Kapal Tenggelam Raden Saleh berkaitan juga dengan momentum Revolusi Prancis Juli 1830. Mengandung suatu makna historis bagi suatu bangsa dalam mencapai cita-cita kemerdekaan.

Raden Saleh dengan ekspresi seninya menyatakan pendiriannya, sekaligus menampilkan dirinya yang antikolonial. Raden Saleh dikenal sebagai “Seniman Perintis Seni Lukis Modern” di Indonesia, karena menjadi orang Jawa pertama yang mendapatkan kesempatan untuk belajar melukis di Eropa atas beasiswa pemerintah Belanda, dan kembali ke Indonesia sebagai Master Seni Lukis terbaik yang pernah ada.

Explore Other Collections