Agus Djaya dikenal dengan pandangannya tentang seni rupa Timur dan berhasrat untuk menemukan ciri keindonesiaan dalam karya seni rupa. Terlihat dalam tema-tema karyanya banyak menggali akar budaya Indonesia seperti legenda, cerita rakyat, dan tari tradisional.
Dalam karya "Kuda Lumping” dilukiskan seorang penari yang berdiri dalam pose menari yang terkesan dinamis, mengenakan baju loreng merah putih dan bercelana kuning menaiki kuda lumping (kuda pipih terbuat dari anyaman bambu yang diwarnai dan dihias dengan pola-pola dekoratif). Pada latar belakang tampak seorang pawang berpakaian putih biru sedang memegang Pecut. Selain itu, tampak juga penabuh gendang dan peniup terompet.