Dewan Kurator

Curator Member

Aminudin TH Siregar

Ketua

Aminudin TH Siregar, Ketua Dewan Kurator Galnas, kurator, akademisi, dan penulis yang aktif mengembangkan wacana seni rupa modern dan kontemporer Indonesia. Doktor Leiden University dengan fokus historiografi seni rupa modern ini mengajar di FSRD ITB sejak 1999 dan sempat menjabat Kepala Galeri Soemardja ITB (2004–2017).

Proyek kuratorialnya berskala nasional dan internasional, mencakup Bandung Art Now dan No Direction Home di Galnas, kurator ArtJog (2009–2011), co-curator Singapore Biennale 2013 di Singapore Art Museum, serta Adjunct Curator National Gallery Singapore (2014–2015). Ia pernah menjadi Ketua Komite Seleksi Triennale Seni Grafis Indonesia (2009–2015), terlibat dalam komite seleksi Young Artist Award, Spot Art Singapura (2013–2014), dan Anugerah Adhikarya Rupa Kemenparekraf (2014), serta meraih berbagai fellowship dan hibah riset internasional.

Citra Smara Dewi

Citra Smara Dewi, salah satu anggota Dewan Kurator Galnas lulusan Doktor Ilmu Sejarah Universitas Indonesia (2021) dengan riset tentang peran Galeri Nasional Indonesia dalam Pembentukan Identitas Nasional melalui Pameran Seni Rupa Nusantara 2001–2017. Sebelumnya, ia telah menyelesaikan studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (2004) dan Desain Interior Institut Kesenian Jakarta (IKJ) (1998). Dosen Tetap FSRD IKJ sejak 1998 ini pernah menjabat sebagai Dekan (2008–2016), dan kini sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik, Alumni, dan Kemahasiswaan (2024–2028).

Selain akademisi, Citra juga aktif sebagai kurator dan asesor, terlibat dalam penyusunan Naskah Akademik Pembentukan Kementerian Kebudayaan RI (2024), serta menulis, menjadi narasumber, dan terlibat dalam berbagai forum seni rupa.

Agung Hujatnikajennong

Di balik program-program Galnas, ada Dewan Kurator—salah satunya Agung Hujatnikajennong—yang membentuk gagasan, ruang, dan pengalaman menjadi satu narasi yang utuh.

Agung Hujatnika (Agung Hujatnikajennong) adalah kurator, akademisi, dan peneliti seni rupa, lulusan Program Studi Doktor FSRD Institut Teknologi Bandung yang kemudian mengajar di almamaternya. Minat utamanya mencakup studi kuratorial dan kajian seni rupa kontemporer. Ia sempat sebagai kurator pemangku di Selasar Sunaryo Art Space, mengikuti residensi di Australia, Jepang, dan Vietnam, hingga dinominasikan dalam Independent Vision Curatorial Award oleh Independent Curators International.

Agung terlibat di berbagai pameran penting: Jakarta Biennale, Jogja Biennale, Shanghai Biennale, dan Paviliun Indonesia di Venice Biennale. Inisiator dan direktur artistik festival seni media internasional INSTRUMENTA di Galnas ini aktif menghidupkan diskursus kuratorial di Indonesia.

Dio Pamola

Dio Pamola Chandra, salah satu anggota Dewan Kurator Galnas yang aktif dalam berbagai inisiatif, pengembangan program, dan praktik kuratorial seni rupa kontemporer. Lulusan Magister Seni di Institut Seni Indonesia, Yogyakarta ini pernah tergabung dalam Komunitas Seni Belanak dan Sakato Art Community, OFCA International dan Yogyakarta Open Studio (YOS) bersama Black Goat Studio, dan Yogya Art Lab–Gajah Gallery Singapore. Ia adalah Dosen Pendidikan Seni Rupa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta (2017–kini), salah satu pendiri Kiniko Art Management dan menjadi Dewan Pakar ASPEN Jakarta (sejak 2024).

Dio menggagas berbagai program pameran seni rupa, menjadi tim perumus program The Master, Darah Muda, Re-Play Project, dan Dewantara Triennale; serta pernah menjadi kurator di Sakato Art Community, OFCA-Office for Contemporary Art International, Yogya Art Lab, DPR RI, Kiniko Art Management, Badai Art Studio, Mayin Art Singapore dan LProject Singapore.

Tentang Kami