Patung ini memperlihatkan bagaimana Budiani begitu intens mengungkapkan ekspresi kedalaman jiwa masyarakat bawah lewat patung realisnya. Objek dan ekspresi yang dipilih bukan dari sikap tegap tokoh-tokoh besar, tapi justru kebersahajaan orang kecil. Dari visi estetik ini, keindahan dan kebenaran memang bisa terpantul dari realitas kehidupan masyarakat bawah. Hal ini dipengaruhi oleh paradigma estetik kerakyatan pada periode tahun 1960-an yang berpengaruh pada penciptaan karya-karya patung saat itu.