Lukisan ini menggambarkan figur wanita yang tampak sedang berhias sebelum memulai sebuah pertunjukan tradisional. Agus Djaya, yang juga mengetuai Persatuan Ahli-ahli Gambar Indonesia (Persagi), dikenal mendorong wacana seni rupa Timur dengan orientasi objek-objek lukisannya yang berkisar pada dunia seni pertunjukan tradisi dan arca atau relief-relief candi, seperti pada lukisan ini. Agus Djaya sendiri memulai karier melukisnya di masa perjuangan Persagi yang mencari identitas seni lukis nasional, yaitu suatu periode yang sarat dengan wacana konteks sosial. Walaupun pelukis ini tidak selalu muncul dalam wacana maupun karya tema sosial, tetapi ia tidak bisa melepaskan sama sekali dari ikatan jiwa konteks yang membentuknya itu.